Trik Jitu Melawan Rasa Malas
Teman-teman pernah tidak dikuasai oleh sekelumitan rasa malas? Tentu semua orang pernah diserang rasa malas, malas gerak, malas pergi, malas ngomong pokoknya segala jenis malas. Penulis sendiri pernah di sapa oleh rasa malas bukan sesekali tapi keseringan malah.
![]() |
| Gambar dari KweekNews |
Untuk masalah menulis biasanya penulis sendiri juga sering dihantui oleh rasa malas. Ketika menulis seringnya dihantui oleh malas mikir, misalkan keluar ide yang agak rumit tapi bagus butuh data yang valid, bahasannya juga harus kelas kakap. Jlep,datang itu malas, "Udah save di draf aja dulu nanti dibuat kalau sudah sanggup mikir," akhirnya buat tulisan yang biasa biasa aja ala kadar.
Ketika mau menulis cerpen itu diserang oleh malas mikir alur. "Ah mumet ceritanya, besok aja tulis cerpen."
Akhirnya semua tersave di draf tanpa jadi dan tidak tahu kapan mau di mulai lagi. Padahal ide-ide yang muncul saat itu bagus dan menarik.
Semenjak tidak ada beban kuliah, banyak hal yang di anggap sepele padahal itu perlu segera di tuntaskan. Namun malas itu terkadang lebih merajai raga dan hati ini untuk bergerak. Yaudah akhirnya tenggelam dalam imbasnya lambat loading tentang event beasiswa misalnya pekerjaan juga. Astafirullah semoga kedepan semakin tidak pernah kumat lagi bahkan untuk sama sekali jangan ya Allah Aamiin.
Menurut analisis penulis juga di padu oleh beberapa referensi yang penulis baca, malas itu disebabkan beberapa faktor berikut :
1. Menunda masalah
Ketika menunda maka masalah akan ikut memperkeruh suasana. Misalkan keterlambatan dalam suatu agenda. Otomatis setelah menunda problem yang paling besar muncul dalam diri kita adalah malas gerak.
Pasti teman-teman pernah merasakan hal ini bukan ? Nah solusinya bagaimana ketika sudah menunda, dikerjakan cepat-cepat kejar deadline yang telah tertinggal dan lawan rasa malas mu.
2. Sibuk dengan agenda yang kurang urgent
Setiap orang memiliki kegiatan yang urgent banget, sedikit urgent, urgen aja, tidak urgen, dan tidak sama sekali urgen.Tidak sedikit orang yang sibuk-sibuk dengan agenda-agenda yang tidak terlalu penting.
Semestinya utamankan mana yang urgen banget karena agenda tersebut menominasi hal yang harus segera diselesaikan. Nah kita harus memanage dengan baik agenda kita seperti kategori yang saya sebut diatas tadi, karena ketika kita sibuk dengan agenda kurang urgent rasa malas akan menenggelam kita untuk bergerak menuntaskan agenda yang lebih penting.
3. Kurang berbaur dengan orang-orang yang produktif
Teman sangat berpengaruh terhadap kepribadian kita, demikian juga dalam hal malas. Jika keseringan berbaur dengan orang-orang yang merawat baik penyakit malasnya maka secara tidak langsung kita akan terpengaruh dengan hal tersebut.
Namun, jika sering berbaur dengan orang-orang yang produktif jiwa kita juga akan terangsang untuk mengikuti jejak teman-teman kita. Seperti kata kalam Hikmah " Jika ingin melihat kepribadian seseorang maka lihatlah kepribadian temannya". Nah teman-teman carilah kawan yang produktif dalam kesehariannya.
4. Suka menyendiri
Menyendiri boleh sih, tidak ada salahnya. Mungkin dengan menyendiri akan mendapatkan sesuatu yang telah hilang dalam diri kita. Tapi untuk sebahagian orang menyendiri itu sama sekali tidak di rekomendasikan karena tidak mampu melawan rasa malas yang bersemi.
Tidak sedikit orang yang menyendiri akhirnya dia mengalami berbagai ketinggalan misalnya, pendidikan, pekerjaan bahkan jodoh wkwkwk. Iya sih semua itu ketentuan Allah tapi jika kurang usaha tidak mungkin datang sendiri. Jadi buat teman-teman jangan suka menyendiri yahhh.
5. Kesehatan yang terganggu
Kesehatan juga sangat berpengaruh terhadap daya aktif tubuh kita. Jika teman-teman mengalami penyakit malas kumat dalam waktu yang agak lama coba konsultasi ke dokter barang kali ada gejala buruk terhadap kesehatan anda. Tidak mesti kesehatan jasmani maupun psikis, patah hati misalkan.
Nah hindarilah beberapa faktor di atas agar penyakit malasmu tidak kumat. Jangan anggap sepele perihal ini bisa jadi malas itu merajai hingga semua kewajiban terlewati. Nah kalau sudah kejadian seperti itu siapa yang akan menanggung rugi kita jugakan. So, menurut hemat penulis malas boleh tapi biarlah ia sekedar rasa jangan dimanjain dia bersemanyam di balik raga kita.
Mari hempaskan segala jenis rasa malas dengan mengisi kesaharian kita dengan pelbagi kegiatan agar lebih produktif. Tidak ada yang mampu mengobati wabah malas ini selain diri sendiri. Percuma orang menasehati jika kita tidak berusaha mengobatinya perlahan-lahan.
Tulisan ini berupa usaha penulis sendiri untuk menaklukkan MALAS yang berlebihan selama ini. Semoga coretan pena ini tidak sekedar bermanfaat untuk penulis sendiri tetapi juga bermanfaat untuk teman-teman sekalian.



Komentar
Posting Komentar