Surat Untuk Seseorang Yang Tertulis Di Lahul Mahfudz
Hari ini tanggal 12 Desember 2019, barangkali hari terakhir aku bernaung di bawah langit Kuta Radja. Hari terakhir aku mengulum sakitnya di tinggal saat hati masih digamit oleh ilusi-ilusi yang dibangun secara sengaja tempo hari. Aku akan pulang pada keteduhn hangatku. Tempat aku disayang bak tuan putri. Tempat aku dimanja tanpa tapi. Selama beberapa tahun ini, aku bertarung hebat dengan segala macam mimpi. Termasuk mimpi untuk bersamanya. Eh, harus kukatakan sejelas mungkin. Bukan aku yang sengaja membangun mimpi itu, tapi, dia yang sengaja mengajakku berperan dalam mimpi-mimpi konyolnya. Sebelum aku benar-benar pergi, izinkan aku menulis beberapa potongan kalimat untuk sosok Adam yang telah Tuhan persiapkan untukku. Aku belum terlalu depresi, masih ada Tuhan yang masih mengasihi. Aku yakin, sejakku ada di alam ruh. Sejak itu pula, telah diciptakan sosok Adam yang akan mendampingi hari-hariku, mendukung segala misi hidupku. Membimbingku menuju Jannah. Tapi, aku hari ini bel...
