[Review Novel] Hold My Hand Don't Look Back
![]() |
| Sumber picture Amazon.com |
Judul : Hold My Hand Don’t Look Back
Penulis : Ida R. Yunita
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : 2013
Tebal : 179 Hal
Hold My Hand Don’t Look Back merupakan sebuah novel karya Kak Ida R. Yunita. Novel ini tipis hanya 175 halaman dan 7 chapter. Tapi, penulis berhasil membuat pelupuk mataku memanas. Memang tentang broken home ; perceraian atau apapun yang membuat rumah tangga retak selalu berdampak buruk terhadap anak-anak yang sedang tumbuh. Demikian halnya dalam cerita ini. Cerita dengan setting tempat di Seoul, Korea Selatan. Cukup menarik, tentang sistem pendidikannya yang ditulis sesuai dengan kenyataan di negeri itu. Tentunya penulis memiliki referensi yang kuat dalam mensetting tersebut.
Resensi Novel Hold My Hand Don't Look Back
Prolog cerita ini dibuka dengan ungkapan perasaan Hwan Sang Yeong. Pria 16 tahun itu sangat benci terhadap ayah kandungnya sendiri James Miller dan adiknya Claudia Miller. Sang Yeong sudah cukup nyaman hidup dengan ibunya___Hwan Eun Ji. Namun, Sang Yeong menyesali ibunya terlalu baik dan pemaaf. Sehingga menerima kembali Ayahnya dan Claudia. Dia benci kepada mereka yang telah meninggal mereka selam sepuluh tahun. Dia cukup merekam bagaimana sadisnya James Miller menceraikan ibunya dan menikah dengan wanita lain.
James Miller dan Hwan Eun Ji kembali menikah untuk hidup bersama lagi. Sang Yeong berusaha bersikap semanis mungkin dihadapan ibunya dalam memperlakukan James dan Claudia. Namun, saat di belakangnya dia memperlakukan Claudia dengan kasar. Claudia bersabar terhadap apa yang dia rasakan. Apalagi berkali-kali, Sang Yeong mencaci maki Ayah mereka.
![]() |
| Dokumen Pribadi |
Di sekolah, Claudia berada di kelas yang sama dengan Sang Yeong. Meskipun, dia baru berumur 14 tahun. Sang Yeong di percayakan untuk membantu Cla untuk beradaptasi di sekolah barunya. Cla yang belum lancar bahasa Korea, justru sangat tertekan dengan sikap Kakaknya. Yang paling menyedihkan, Sang Yeong tidak mau mengakui bahwa Cla adiknya. Dia malah yang membuatnya begitu kesulitan. Berkali-kali dia kena hukuman karena telat masuk kelas. Belum lagi, jadwal sekolah di Korea berlangsung sampai tengah malam. Tidak seperti sekolahnya di Kanada dulu.
Bagi Claudia, Kakaknya. Telah berubah menjadi orang yang begitu jahat. Meskipun, di depan ibunya dia begitu manis berakting. Bahkan, bukan sekali dua. Sang Yeong marah ketika Cla salah menyebut namanya dalam bahasa Korea. Apalagi jika dia memanggillnya dengan panggilan kecilnya Mark Miller. Dia benci disandarkan namanya dengan Miller. Dan juga Cla dilarang memanggilnya oppa.
Aku sangat merasa tertekan di bagian ini. Membayangkan betapa susahnya menjadi Claudia.
Semua tertutup rapat-rapat, karena Cla paham bahwa kakak lelakinya hanya butuh waktu untuk menerima mereka lagi. Dia tahu ayahnya salah telah meninggalkan Ibu dan kakaknya. Tapi, dia waktu itu masih kecil. Tidak paham tentang masalah orang dewasa. Dia hanya ikut apa yang ayahnya minta.
Pada saat keduanya pulang sekolah menuju tempat belajar privat mereka. Claudia menerima telepon dari Ayahnya. Ibu mereka masuk rumah sakit. Kedua Kakak beradik itu langsung ke sana. Hwan Eun Ji menderita tumor otak. Dia harus menjalani operasi. Sang Yeong sangat tertekan apalagi membayangkan ibunya yang harus dioperasi bagian kepala. Tengkorak akan di buka untuk diambil tumornya. Dan tidak boleh langsung di tutup dikhawatirkan terjadi infeksi. Di rumah sakit dia sangat cemas demikian juga Claudia dan James.
Sang Yeong tidak bisa menahan lagi, emosinya meluap saat sarapan di Kafetaria rumah sakit. Dia meluapkan segala emosi. Dengan kata-kata yang kurang sopan. Bahkan dia mengungkit tentang istri ayahnya yang sudah meninggal di Kanada. Tanpa terasa James melayangkan tangannya ke wajah Sang Yeong. Membuat Sang Yeong semakin membenci ayahnya. Pada hari itu pula, Sang Yeong jatuh pingsan. Dia terlalu kelelahan, anemianya kambuh. Membuat dua temannya menjenguknya setelah operasi ibunya. Di sana kembali terjadi saling adu mulut antara James dan Sang Yeong.
Pada suatu kesempatan, James mendekati putranya di ruang rawatnya. Dia tidak peduli atas sikap Sang Yeong, dia berusaha menyayanginya. Namun, Sang Yeong tetap melontarkan kata-kata pedas padanya. Hingga dia duduk lemas terkulai di dekat kaki ranjang. Adu mulut antara mereka semakin sengit. Ayahnya mulai tidak bisa mengontrol emosi. Apalagi dia sangat menyesali Sang Yeong yang suka menyakiti Claudia, yang tidak lain adiknya sendiri. Sang Yeong semakin brutal, James bisa melihat betapa anak laki-lakinya sangat terluka.
James mengangkat tangan untuk memeluk putranya. Refleks, Sang Yeong menutup wajahnya. “Jangan sakiti aku” teriaknya. James semakin terbelalak. Dipeluknya erat-erat putra sulungnya. Sang Yeong tetap berteriak memukul-mukul bahu sang ayah sambil mengatakan “ aku benci kau.”
Keduanya semakin terenyuh dalam luapan emosi masing-masing sambil berpelukan. Di sisi lain, mereka sudah mulai menyatu.
Konflik-konflik batin dengan sikap acuh dan bencinya Sang Yeong ditunjukkan langsung saat mereka menunggu Hwan Eun Ji di operasi. Operasi ibunya berjalan lancar. Meskipun tengkoraknya dibiarkan tetap berlubang. Rambut indah ibunya telah raib dai kepala ibunya. Kini, ibunya senang melihat rambut Cla yang indah terurai. Seperti rambutnya dulu.
Claudia memutuskan untuk mengundulkan kepalanya, lalu memakai beanie pink saat pergi ke sekolah. Dia melakukan itu semua untuk menyemangati ibunya yang sudah kehilangan rambut.
Namun, mengundulkan rambut termasuk melanggar peraturan sekolah. Guru Bahasa Mandarin tersebut menyuruhnya melepaskan beanie. Semuanya terbelalak melihatnya. Karena kepala Claudia sudah gundul. Sang guru semakin kaget. Menceramahinya macam-macam agar minta maaf. Tapi, Cla tetap tidak menyesali apa yang telah dia lakukan. Karena semua itu dilakukan semata-mata untuk ibunya. Claudia akhirnya dijemur di lapangan di bawah tiang bendera.
Mulanya, Sang Yeong tidak peduli meskipun nampak kaget dengan keberanian Cla mengundulkan kepalanya. Dia acuh, tapi Chang Seok mulai menjelaskan pada teman-teman kelasnya tentang keputusan Cla. Dia mengintimidasi agar Sang Yeong menolongnya.
Sang Yeong berlari ke ruang guru untuk bertemu kepala sekolah agar diberi keringanan untuk adiknya. Lalu, dia terjebak dengan debat tak berujung dengan Guru bahasa Mandarinnya. Karena merasa tidak membuah hasil. Akhirnya, Sang Yeong juga mengundulkan kepalanya agar bisa menemani adiknya yang sedang dijemur di lapangan.
Saat itulah Cla merasa, kalau kakaknya begitu mencintainya. Dan sudah menerimanya sebagai adiknya kembali.
Tepat sebulan setelah kejadian itu, Hwan Eun Ji meninggal. Karena mengalami infeksi pasca operasi. Di saat dia bisa menerima Cla dan dad dengan sukarela. Ibunya telah pun pergi untuk selamanya.
Regangkan, emosinya naik turun. Aku merasa begitu nano nano. Kak Ida memainkan konflik dengan sangat lihai. Kita seolah terjebak dalam kisah nyata.





Komentar
Posting Komentar