ODOP, Sebuah Wadah Untuk Mewujudkan Mimpi Jadi Penulis
![]() |
Mengapa kamu menulis?
Mungkin pertanyaan seperti ini perlu dipertanyakan kepada diri kita
sendiri. Bagiku, apapun profesi sedang dibentuk perlu latarbelakang yang kuat.
Memiliki komitmen yang kuat terhadap apa yang sedang diperjuangkan. Demikian
halnya dengan menulis. Aku, kamu dan kita semua yang baru memulai dalam dunia
literasi ataupun sudah lama, perlu menjawab pertanyaan di atas. Mengapa kamu
menulis? Untuk apa kamu menulis? Dan apa tujuanmu ke depan terhadap menulis?
Baiklah, temans. Postingan kali ini, sesuai dengan tantang minggu pertama di kelas One Day One Post Batch 9. Dengan tema ; Mengapa menulis?
One Day One Post
Sekilas tentang Komunitas One Day One Post (ODOP). Jadi, aku
sudah kenal ODOP sejak operec bacth 7. Aku sudah terdaftar dan ikuti kelasnya
hingga minggu terakhir, lho. Aku masuk kelas Nottingham, mentornya Kak
Florensia, Kak Febri, Kak Fadli. Aku juga ingat teman-teman yang sekarang
mereka sudah bertaburan prestasi. Seperti Kak Jihan, Mas Muhammad Syarifuddin dan beberapa teman lain
yang masih terhubung sosial media denganku.
Pertanyaannya kok kamu daftar lagi di batch ini? Hihihi ini nyesek sebenarnya. Besar banget harapan aku di ODOP sebagai wadah untuk meng-upgrade diri, hingga aku memutuskan lagi untuk ikut rekrutmen. Eh, jadi lupa kenapa akunya sampai belum masuk keluarga besar ODOP.
Aku kena
diskualifikasi di Minggu terakhir, nyes. Aku tidak mengerjakan tantangan Minggu
terakhir. Karena permasalahan jaringan yang tiba-tiba putus di tempatku selama seminggu.
Klasik banget masalah aku L
Dari masalah langsung ketebak aku tinggal dimana ‘kan :D
Di sinilah aku merasa bahwa ODOP bukan sembarang komunitas.
Mereka tidak hanya mencari sekumpulan orang agar komunitas diganderungi banyak
orang. Tapi, ODOP. sangat komitmen, alasan mati lampu dan putus sinyal itu tidak
bisa ditolerir. Mereka tidak pandang
bulu. Siapa saja yang tidak mengikuti peraturan dan programnya, langsung offside.
Saat aku kena diskualifikasi dari ODOP batch 7, justru
semakin kuat keinginanku untuk daftar batch selanjutnya. Karena satu dan lain
hal, aku bisa daftar di batch 9. Semoga tidak ada hambatan apa-apa hingga
tanggal kelulusan. Aminkan dong :p
Minggu pertama di kelas ODOP batch 9 seperti biasanya ada selayang pandang tentang ODOp dari para senior. Nah kali ini, yang menyampaikan tentang sejarah ODOP, disampaikan oleh Pak Heru Tentu aku sudah kenal banget sama nama cerpenis asal Nganjuk ini. Aku kerap mengikuti beberapa seminarnya dan kelas online.
Meskipun aku belum bisa membuat kalimat pertama yang memukau
sepertinya. Juga cerpen yang bisa terbit di surat kabar. Tapi, ilmunya tetap
aku serap kok. Apalagi petuahnya. Jlep banget, untuk menjadi penulis yang
mengutamakan adap.
![]() |
| Sumber picture dari Pak Heru saat memberikan materi di Pembukaan Odop batch 9 |
Bapak pendiri sekolah Menulis Nganjuk ini memiliki beragam prestasi dalam dunia literasi. Di ODOP beliau merupakan Ketua pertama atau masa orde pertama ODOP. Kini beliau sebagai penasihat. Sudah ada lima periode odop inu berlangsung, dari Pak Heru, Kak Muhamamd Septian Wijaya yang merupakan Rektor aku di Kampus NAC wkwkwk. Mas Wakhid Syamsuddin, Kemudian Mbak Sakifah, dan Kak Zein, layout novel soloku di kampus Nac.
![]() |
| Sumber Picture dari Notulensi Group Odop 9 |
Sekali lagi, semoga aku bisa lulus di batch 9 ini.
Alasan menulis? Dan Alasan memilih join dengan ODOP
Alasan mengapa aku menulis? Aku pengen hidup ketika jasad
dan ruhku telah terpisahkan, aku ingin menebar kebermany untuk semua orang. Pen
adalah salah satunya caranya. Dengan menorehkan pena, kebaikan akan
tersampaikan meskipun pada orang-orang yang tidak bisa kita rengkuh dengan
tangan.
Aku meyakini, bahwa sebaik-baik orang, adalah yang bisa memberikan
manfaat untuk banyak orang. Menulis
adalah cara menebar kebermanfaatan.
Lantas kenapa join di ODOP? Padahal banyak komunitas lain yang di luar
sana?
Seperti yang sudah aku jelaskan di atas. Bahwa kumerasa ODOP adalah komunitas yang fleksibel dan merakyat. Di sini aku merasa lebih baik. Lebih tepatnya, aku sudah tertaut pada ODOP sejak batch 7. Meskipun gagal. Semoga inilah rumahku, tempat aku mengembangkan penaku agar mampu menanjak lebih jauh.
Apa harapan ke depan?
Aku berharap aku mampu menulis buku sebanyak-banyaknya. Dan
mengoptimalkan blogku ini yang sudah sejak lama gagal dikembangkan. I see, di
ODOP kita akan bertemu dengan pakarnya langsung. Baik orang penulis buku maupun
blogger.
Hanya ini harapanku ke depan.
Buat kamu yang baru memulai star up. Yok yok kita bisa :)





Aamiin .. . Semangat dan tetap semangat mbak
BalasHapusSama ni aku jg taun lalu di kick di minggu2 akhir. 😀😀 batch skrg ayo kita semangat!
BalasHapusMasyaAllah, bismillah yuk yuk, semoga di tahun ini bisa lolos sama-sama ya mba
BalasHapusyuk kita bisa yuk lulus odop 9, semangattt
BalasHapusSemangat menulis....InsyaAllah lulus odop 9
BalasHapusMasyaa Allah itu mah mak nyes banget ya padahal udah minggu terakhir, komunitas ODOP dispilin banget berarti ya
BalasHapus