Eyang Habibi Inspirasiku


Kala itu aku belum masuk Sekolah Dasar. Ayah mengajariku berhitung yang ditulis dilembar papan lusuh. Kemudian Ayah bercerita berusaha memotivasi gadis kecilnya ini agar rajin belajar. 

"Di Indonesia ada seorang lelaki yang sangat pintar yaitu bapak Habibi Presiden Indonesia ke-3 !" kata ayah padaku.

"Pak Habibi tinggal dimana yah ? " Tanyaku dengan nada polos.

"Beliau tinggal jauh dari tempat kita. Disana tidak orang berbicara bahasa Aceh, adek harus bisa berbicara selain bahasa Aceh agar bisa berbicara dengan Pak Habibi nanti, " jawab Ayahku.

"Jauh engga Yah dari tempat kita rumah Pak Habibi itu ?" tanyaku lagi.

"Jauh, kita harus naik pesawat terbang kalau mau kerumah Pak Habibi," jawab Ayahku singkat kemudian mengajakku berhitung lagi menggunakan lidi.

Tahun 2002 aku masuk Sekolah Dasar, kala itu masih keadaan konflik di Aceh guru di sekolahku cuma 3 orang. Ketika jam terakhir saat seorang guru mengajari kami pancasila, beliau sempat menceritakan sedikit tentang Eyang Habibi.

"Beliau sangat cerdas, sekolahnya sampai keluar negeri dan beliau bisa merakit pesawat terbang," begitulah kata guruku.

Tahun 2008, aku sudah menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama. Aku kembali mendengar sosok Prof. Habibi dari guru bahasa Inggris. Bapak Usman ini sangat sering menceritakan tokoh-tokoh hebat untuk menginspirasi kami para didikannya. Salah satu tokoh yang beliau ceritakan bahkan berulang-rulang adalah Prof. Habibi. Presiden ke-3 Indonesia yang memiliki kejeniusan yang luar biasa.

Aku sangat terinpirasi dengan sosok Eyang Habibi, setelah mendengar ceritanya. Sepulang sekolah aku menulis namanya di lemari bajuku, Prof. B.J Habibi Inspirasiku.

Tapi aku penasaran bagaimana bentuk wajahnya. Dari kecil aku sudah mendengar nama beliau. Aku mencoba mencari buku tentangnya di perpustakaan sekolah. Tapi sekolahku, sekolah tertinggal. Fasilitas seperti buku-buku kurang lengkap bisa dikatakan pengurusan pustaka tidak tersusun dengan baik. Sehingga sangat susah aku menemukan literatur yang menceritakan tentang Eyang Habibi secara detail.

Saat aku memasuki semester kedua di Sekolah Menengah Pertama atau kelas IX. Aku sudah mulai tahu browsing walaupun orang tua ku belum mengizinkan ku memakai handphone selular. Tapi kalau punya kesempatan browsing dikasih pinjam HP kakak langsung nama B.J Habibi yang  kiketik di engin searching. Bahkan berulang-rulang aku membaca biographynya. Walaupun setelah itu kena marah karena aku membuka operasi Google padahal tidak kuota internet wkwkw.

Jika aku sudah ngefans pasti sedikit fanatik. Aku berusaha untuk mencari tahu segala sesuatu tentangnya. Semenjak, pintar browsing aku sudah begitu mengenal sosok Eyang Habibi. Dari mulai Masa kecil beliau  sampai kariernya. Dan juga aku sangat takjub untuk kisah rumah tangganya yang sempat di filmkan. 

Berulang-rulang drama Habibi Ainun  aku menonton. mlMesti berulang-rulang tetap saja air mataku bersimbah membasahi pipiku.

Semenjak saat itu, aku yang baru berusia 14 tahun. Eyang Habibi sudah menginspirasikanku dalam belajar. 

Walaupun tinggal nun jauh di pendesaan tetapi kobaran semangat untuk menjadi warga negara yang baik sudah tertanam. Hanya satu yang selalu ku harapkan "aku harus bisa memberi manfaat untuk orang lain,"

Seperti quote motivasi dari Eyang Habibi "Dimanapun berada teruslah menjadi baik dan berbuat baik dan menjadi yang terbaik,"

Menurutku salah satu cara menjadi yang terbaik adalah bermanfaat untuk orang lain.
Saat aku menceritakan sosok Eyang Habibi kepada teman-teman. Seakan-akan aku sedang menceritakan Ayahku di rumah. Meskipun tanpa pernah melihatnya langsung.

Eyang Habibi terus menginspirasi hingga hari ini. Walaupun belum ada dedikasi yang nyata yang kupersembahkan untuk negeri.

Tanggal 12 September 2019 aku membaca sebuah majalah  online khabarnya Eyang telah berpulang kerahmatullah. Tak terasa pelupuk mataku mulai basah. Tanganku bergetar menjajaki beberapa akun Instagram tokoh Indonesia untuk kudapati kepastian. 

Benar, sosok inspirasiku telah pulang kepangkuan Tuhan. Selamat beristirahat dengan Tenang Eyang besitku dalam hati.

Ribuan rakyat Indonesia memasang fotonya, merangkai kata-kata duka atas kepulangan sang Bapak Teknologi Indonesia. Ternyata bukan hanya aku yang mengidolakannya bahkan hampir seluruh Indonesia mengidolakan Eyang Habibi.

Innalillahiwainna ilaihirajiun semoga Allah tempatkan mu disurganya.

Komentar

  1. Beliau memang sangat menginspirasi bukan hanya karena kejeniusannya, namun juga tentang cinta, tentang dedikasi, tentang kehidupan, juga pengabdian kepada sang Pecipta. Selamat jalan eyang ...

    BalasHapus
  2. Iya banyak orang jenius tidak bisa menginspirasi 😌 😌

    BalasHapus
  3. Putra terbaik bangsa😒❣

    BalasHapus
  4. Mengenang... Oh ya, saran untuk penulisan -ku itu digabung dengan kata sebelumnya. Misal: wajahku, bukan wajah ku. Begitu pula kata -nya. Perhatikan penulisan di- dipisah atau disambung ya. Jangan lupa cek lagi sebelum posting. Masih ada kesalahan penulisann seperti huruf kapital yang tidak perlu di tengah dialog. Selebihnya udah bagus...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Kak niswah selalu hadir dngan komentar membangun 😘

      Hapus
  5. Kenangan akan Eyang Habibie menginspirasi untuk semua orang.

    BalasHapus
  6. Aku galfok baca 2002 baru masuk SD dan 2008 baru masuk SMP...etdaah, langsung berasa muncul banyak uban di kepalaku hehe.

    BalasHapus
  7. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.cc
    dewa-lotto.vip

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer