[Cerita Anak] Mengenal Kepiting

Nama penulis : Deva Risma

Judul cerita : Alika dan Kepiting

Jenis cerita : Realis


Gambar dari Pemprov riau



“Anak-anak hari ini kita akan belajar tentang perkembangan biakan hewan. Ada yang tahu apa itu berkembang biak?” tanya Bu Guru sambil melangkah ke depan.

Alika segera mengancung tangan. “Proses makhluk hidup menambah keturunannya. Seperti Ayah dan Ibu melahirkan kita,” jawab Alika dengan sempurna.

“Wah bagus sekali Alika. Dimana Alika mendengarnya?” tanya Bu Guru lagi.

“Saya membaca buku, Bu!’ sahut Alika sambil tersenyum.

Bu Guru memuji Alika atas ketekunan membaca buku. Setelah itu, Bu guru mengeluarkan beberapa tumbuhan dan hewan dari dalam kotak. Ada pakis, talas, Kamboja, bibit mangga, capung, telur ayam, dan beberapa gambar hewan lain.

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian, Bu guru memberikan satu tumbuhan dan gambar hewan.  Semua siswa diarahkan untuk berdiskusi tentang cara berkembang biak masing-masing makluk hidup.

Alika sekelompok dengan Dini, Andi dan Riko. Mereka mendapatkan bibit pisang dan gambar penyu. Alika tersenyum gembira karena dia sudah tahu bagaimana pohon pisang berkembang biak dan juga penyu. Meskipun belum pernah melihat penyu tapi gambarannya sudah pernah dibaca di eksiklopedia. 

Pohon pisang berkembang biak dengan cara bertunas. Sedangkan penyu berkembang biak dengan cara bertelur.

Hasil diskusi kelompok dipresentasikan ke depan kelas. Alika sangat senang karena kelompoknya bisa mempresentasikan dengan baik. Bu guru kembali memuji Alika dan teman-temannya.

Bu guru memberikan tugas untuk mengamati hewan lain di rumah. Alika  berpikir akan mengamati kepiting. Karena dia menyukai hewan melata itu.

Hari Minggu, keluarga Alika bertamasya ke pantai.  Alika sangat riang. Karena bisa melihat banyak jenis makhluk hidup yang ada di pantai. 

Alika mengambil beberapa keong dan satu kepiting kecil lalu dimasukkan ke dalam toples yang berisi air.

“Alika, apa di dalam toples?” tanya Ibunya.

“Kepiting kecil, Bu,'’ sahut Alika.

“Untuk apa di masukkan ke dalam toples, sayang. Kepitingnya lagi asyik main sama induknya,” seru Ibunya lagi.

“Alika hanya ingin memperhatikan bentuk tubuhnya, Bu. Kalau kita pegang kepiting langsung, dia akan menjepit tangan kita,” ujar Alika.

“Wah, pintar sekali anak Ibu,” Ibunya membelai pucuk kepala Alika.

“Bu, bagaimana cara kepiting berkembang biak?” tanya Alika.

“Kepiting berkembang biak dengan bertelur, Nak.” Ibunya mendekati Alika yang duduk memperhatikan seekor kepiting kecil yang di dalam toples.

“Apa dia seperti penyu juga, bertelur di dalam pasir?” tanya Alika lagi.

“Tidak, setelah melakukan perkawinan telurnya menempel pada umbai-umbai kepiting pada bagian bawah abdomen kepiting. Setelah mengeram selama 20 sampai 23 hari. Barulah menghasilkan kepiting baru,” jelas Ibunya dengan detail.

“Terimakasih, Ibu.” Alika masih 

mempermainkan kepiting kecil di dalam toples.

“Sekarang lepaskan kembali kepiting itu, sayang. Dia susah bergerak di dalam toples,” perintah Ibu Alika.

Alika melepaskan kembali kepiting kecil ke tepi pantai. Ibunya senang melihat Alika yang berusaha mencari tempat yang cocok untuk melepaskan kepiting kecil lagi.


Tamat.


Komentar

Postingan Populer