[Sebuah Puisi] Pernah
Pernah!
Kau lebih indah dari purnama
Kau lebih terang dari mentari
Kau lebih sempurna dari penduduk surga.
Pernah!
Kata-kataku bagai sabda raja
Yang patuhi dengan dengan segenap jiwa
Pernah!
Mataku hanya mampu menangkap bayangmu
Meskipun kau menyelinap diantara ribuan masa
Kuulangi sekali lagi.
Kau pernah begitu sempurna
Menaklukkan singasana
Hati dan jiwa.
Tiba-tiba, langit bagai merintuh di atas kepala
Melenyapkan jasad dan memporak-porandakan jiwa.
Senyummu menjadi begitu menyakitkan
Suaramu bagai musik keroncong yang tersendat-sendat.
Aku tidak lagi melihatmu selain bayang-bayang kemunafikan.
Kau menjelma bagai ruh penjajah yang menakutkan.
Aku tersandera di bawah rasa benci dan rindu
Meratapi lara yang menancap ke relung jiwa.
Aku hampir setengah gila menaklukkan rasa
Yang setengah adalah milikmu.
Sungai Mas, 29092021


Sedih pasti ya mbak?
BalasHapussemangat kak
BalasHapus