[Sebuah Puisi] Kalam Rindu

 Bait-bait puja

Merong-rong hingga ke dermaga 

Rindu merindu

Bertahta indah di sanubari.


Tak jemu sapaan hangat bertemu

Kadang aku kadang kau 

Saling sapa merajut rindu

Hingga terbenam dalam

Hayalan semu.


Kalam itu tidak menancap

Bak peluru menembus kepala

Menuai perlahan hingga subur

Lembut, Lena itulah pupuknya.


Kelam petir memekak

Takdir pada penikmat puja

Hingga menyusuri lembah berliku

Namun hati masih mengeja rindu lalu.


Langit sudah menumpahkam

Bebannya

Menyirami sejagad raya.

Kini iya terlihat indah merona.


Devarisma

Sungai Mas, 23092021

Komentar

Postingan Populer