[Sebuah Puisi] Cahaya

 Terlalu lama mengumpal di peraduan

Tanpa ku lihat penerang

Walau setitik cahaya

Yang melayang sekejap saja.


Panorama yang meranumkan sukma

Tanpa ada sepercik cahaya.

Aku menatap pekat yang teramat

Meskipun yang ku dapat hanya gulita.


Kunang-kunang

Seperti kehilangan sayap

Untuk sekedar merayap menerangiku

Yang terjebak gulita.


Namun, jauh di dalam kalbu

Aku menatap terang

Dengan seuntai tenang

Yang kupunya


Aku dengan segenggam semangat

Bersamamu

Yang kusebut cahaya.


Devarisma

Meulaboh, 14 September 2021

Komentar

Postingan Populer