[Sebuah Puisi] Bukan lagi Penawar

 



Kala itu, aku tidak perlu dokter

Setiap sakit yang menyentuh jasadku

Karena penawarku kala itu

Adalah kamu.

 

Aku tidak perlu tabib

Setiap kali penyakit merambat pelan dalam jasad

Karena kamu mampu menyembuhkanku

Tanpa perlu mantra mujarab.

 

Tapi setelah pergantian ribuan jam

Kau telah menjelma menjadi asing

Dan menyakitkan setiap sisi hidupku

Hati dan jiwaku terkapar bersimbah lara.

 

Aku pergi, merawat luka yang membilur

Mengangkat langkah pelan-pelan.

Perlahan, aku kenal dari segala macam

Pesakitan yang merubuhkan ketahanan fisikku.

 

Kau tahu, kini

Segala macam penyakitku

Kau bukan lagi penawarnya.

 

Sungai mas, 27092021

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer