[Review Novel] Sebuah Novel dari Andrea Hirata yang mengandung Tindakan Kriminal
Jika di Novel Guru Aini aku mengidolakan Aini itu sendiri dan Gurunya yang idealis. Maka di novel Orang-Orang Biasa aku menyukai karakter Debut Awaluddin. Alasannya dia cerdas dan cerdik meskipun agak konyol. Karena lebih memilih berhenti sekolah padahal, dia murid Bu Desi yang pintar matematika.
Beberapa bulan yang lalu, setelah aku memesan dua novel karya Andrea Hirata langsung ke Mizan store
Aku tidak sabar ingin membaca kedua maha karya tersebut. Selain memang penasaran terhadap cerita yang heroik itu. Juga bagiku. Membaca adalah cara aku mengakhiri semacam galau, penat, otak buntu.
Orang-orang biasa adalah novel yang paling kuincar karena itu trilogi dari Novel Guru Aini. Aku penasaran, bagaimana kisah sepuluh siswa Bu Desi yang duduk di deretan belakang. Bahkan namanya saja aku susah mengingatnya ; Tohirin, Sobri, Honorun, Dinah, Rusip, Nihe, Junilah, Handai, Salud, dan Debut Awaluddin. Cukup unik kedengaran nama-nama mereka 'kan :D
![]() |
| Gambar Pribadi |
Di Novel ini, ke sepuluh orang-orang biasa tersebut berembuk. Untuk membantu salah satu anak temanya yang gagal masuk fakultas kedokteran karena tidak punya uang_____Aini anaknya junilah.
Ide berlian muncul dari sosok debut. Meskipun sangat konyol. Mereka berencana melakukan tindakan kriminal di kota Belantik yang nyaris bertahun-tahun tidak terjadi kejahatan apapun. Mereka berencana merampok bank yang ada di kota tersebut.
Mereka berhasil menyusun rencana dengan sangat epik. Meskipun sempat beberapa kali goyah. Hari dinanti-nanti pun tiba. Taktik yang telah dipelajari pun telah dikuasai. Mereka mereka menuju bank yang di maksud.
Mereka sudah masuk ke dalam bank, membuat para pegawai tercegak menganggap tangan. Tiba-tiba aba-aba dari debut untuk segera kembali. Mereka berhasil memporak porandakan sebuah tempat penyimpanan uang para penjahat negara yang bersembunyi di kota Belantik.
**
Di novel ini aku tidak hanya menemukan orang-orang polos dan lugu. Tapi, juga persoal setia kawan. Kadang banyak orang pintar dan berkelas. Sedikit sekali yang memiliki empeti terhadap teman-temannya. Sedangkan mereka sepuluh orang-orang biasa. Bahkan sekolah pun mereka tidak tamat. Nilai matematika selalu nol. Pekerjaan mereka bahkan tidak mencukupi standar hidup. Tapi, ada satu yang luar biasa bagi mereka. Mereka memiliki empeti yang luar biasa pada temannya.
Seperti halnya novel Laskar Pelangi, novel orang-orang biasa cukup membuat pembaca terhibur. Karena, Andrea Hirata selalu memainkan alur dengan bumbu humor yang cukup berkelas.
Semoga bermanfaat :)



Semangat terus nulisnya yaa
BalasHapusPenasaran sama buku ini saya
BalasHapus