[Review Novel] Rumah Lebah Novel dari Ruwi Meita

 

Sudah beberapa hari aku nggak ngereview buku. Faktornya karena nggak ada bacaan yang kelar  aku baca selama beberapa hari ini. Apalagi bacanya di platform online. Ceritanya ketika sampai ke bab berbayar akunya kabur :D

Baiklah, kali ini aku pengen review sebuah novel misteri dari seorang penulis yang bernama Ruwi Meita. Sosok Kak Ruwi yang memang banyak menulis genre horor dan misteri.

Awalnya, aku yang suka novel motivasi dan Inspirasi, asing banget sama novel sejenis misteri. Tapi, saat itu aku yang sedang menggarap naskah solo. Di saran oleh dosen pembimbingku untuk membaca novel Kak Ruwi Meita ini yang berjudul Rumah Lebah.

Setelah setahun, dua hari yang lalu aku baca lagi novel Rumah Lebah ini. 

Rumah Lebah – sebuah novel yang cukup misterius menurutku. Dan kita membutuhkan kecermatan tersendiri untuk memahami teka-teki yang menjebak dalam setiap plot yang dimainkan penulis.

Awalnya aku pikir novel ini bercerita tentang seorang anak dan lebah di dunia fantasi. Bukan di dunia nyata. Tapi, saat aku mulai membaca pelan-pelan, asyik dan bikin geretan. Penasaran sama endingnya. Dan novel ini benar-benar nggak bisa ditebak.

Cusss baca sampai habis 

Novel Rumah Lebah bercerita tentang seorang anak yang bernama Mala. Gadis kecil berusia enam tahun yang sangat terobsesi dengan ensiklopedia. Gadis itu selalu membaca buku dan mampu memahami nya dengan baik. Sehingga dia dianggap anak yang luar biasa oleh orang tuanya, Nawai dan Winaya. Mereka menganggap anak mereka sangat jenius sehingga tidak bisa disekolahkan di sekolah biasa. Apalagi dia tidak bisa berinteraksi dengan teman-temannya. Dia cenderung memiliki sikap yang jauh lebih cerdas dan bijak dari anak-anak seusianya.

Yang lebih menakutkan lagi, Mala selalu menyebut-nyebut ada enam orang asing yang hidup di dalam rumah mereka.  Dia selalu takut pada satira. Dan bersahabat baik dengan Wilis. Berbicara dengan Tante Ana yang suka berdandan. Belajar bahasa Spanyol dengan Abuedela dan si kembar yang hanya bisa mendengar dan melihat dan mencatat.

Aku berpikir kalau itu enam orang itu adalah hantu pertamanya :D

Karena keanehan yang terdapat pada Mala. Winaya yang berprofesi sebagai penulis memilih untuk tinggal jauh di daerah pedesaan. Dia membeli sebuah rumah yang cukup nyaman di dekat sebuah danau di desa Ngebel. Winaya dan Nawai merasa lebih baik ketika hidup di desa tersebut. Apalagi mereka bisa menekuni hobi mereka tanpa ada yang menggangu. Mala juga tumbuh dengan baik. Nawai mendidik anaknya sendiri setiap hari.

Ternyata, pada hakikatnya. Mala semakin berkembang dengan dunia keajaibannya. Mala semakin sering bercerita tentang enam orang itu. Apalagi ketika ada teman Wijaya yang datang dari Jakarta untuk berlibur ke tempat mereka. Rencana untuk bersenang-senang malah menjadi kacau karena anak-anak Martha tidak bisa berteman dengan Maka. Bahkan menganggap Mala anak yang aneh.

Ya sih memang aneh banget. Mala yang masih kecil itu berbicara memakai kata ‘saya’ dan ‘Anda’ yang terdengar cukup formal. Apalagi pemilihan kata-katanya cukup formal.

Singkat cerita, Novel Winarya difilmkan dengan bayaran cukup menggiurkan. Dan Film tersebut akan difilmkan oleh seorang bintang yang cukup terkenal Alegra Kahlo. Yang menarik lagi, novel ini membuka aib-aib para artis yang sering terjadi. Seperti pemakai narkoba dan lain-lain. Dan juga kebiadaban orang-orang pembinis yang suka meneror wartawan untuk menutup kejahatan mereka.

Cerita-cerita ini benar-benar menjebak. Tapi, aku puas banget dengan racikan plot oleh penulis.

Intinya apa? Buku ini menyatakan bahwa Nawai itu memiliki gangguan jiwa yang memiliki karakter ganda dalam dirinya. Dan orang-orang yang disebut oleh maka ada dalam diri Nawai.

Pokoknya, aku rekomendasi banget buat semuanya untuk baca novel ini 


Komentar

Postingan Populer