[Review Novel] Madre Karya Dee Lestari

 Madre___ sebuah novelet dari penulis legendaris Kak Dee Lestari. Aku belum melahap karya-karyanya yang best seller  seperti Supernova. Madre adalah buku kedua miliknya yang kubaca setelah Filosofi Kopi.

Sebenarnya, aku bukan pembaca yang baik. Karena, aku tidak bisa melahap bacaan berat. Kebiasaanku membaca novel-novel yang bersifat menginspirasi dan banyak humornya. Seperti novel Andrea Hirata.

Karena sering lihat teman-teman di sosial media membicarakan buku-buku Kak Dee lestari. Apalagi baru-baru ini sedang gencar-gencarnya dengan Rapi jali. Aku penasaran, sama isinya. Tapi, keuangan belum mendukung untuk menyetok di rak. Akhirnya, memilih membaca karya-karya yang tersedia di Ipusnas. Sempat meminjam buku Supernova. Nyatanya, aku kebingungan sendiri dengan buku tersebut. Ya, seperti yang sudah kukatakan. Aku memang tipikal penikmat buku-buku ringan.

Aku tetap bersikeras untuk membaca karya Ka Dee lestari yang lain. Aku menemukan Buku Filosofi Kopi. Ya, cukup mudah untuk kucerna. Dan aku melahapnya hingga tuntas. Tapi, kali ini aku mau mereview buku Kak Dee Lestari yang berjudul “Madre”

Apasih Madre itu? Akupun bertanya-tanya. Apa nama orang atau binatang? Atau nama tempat? Demikian juga dengan tokoh dalam novelet ini saat lertama kali mendengar istilah Madre. Tansen, berharap Madre itu berubah menjadi bidadari cantik. Tapi, tetap saja, saat dia memperhatikan lagi. Madre tak lebih dari sebuah adonan biang yang merupakan warisan dari Tan Sin Gie seseorang yang tak pernah didengar namanya sebelum laki-laki tersebut wafat.



Tansen hanya tahu Neneknya meninggal ketika Ibunya bayi. Dan Ibunya meninggal ketika dia bayi. Dia berpikir kalau dia asli dari Tasikmalaya. Selama ini bekerja serabutan di Bali. Karena merasa hidupnya sebatang kara. Yang paling disiplin dia lakukan adalah menulis di blog seminggu sekali.

Pak Hadi, seseorang yang dipercayai Pak Tan yang konon merupakan orang yang dipercayakan untuk menjaga warisan Pak Tan____ Madre. Sebuah adonan yang sudah diracik sejak tahun 1940-an oleh Neneknya bernama Lakshmi . Konon Pak Tan dan Lakshmi kawin lari karena perbedaan. Tionghoa dan India bukan mudah menikah pada masa itu. Mereka sama-sama diusir oleh keluarga. 

 Setelah Lakshmi meninggalkan, Tan dengan dengan keluarganya akur lagi. Berdirilah Toko Tan Bakery. Dan rahasia kelezatan rotinya ada pada adonan Madre tersebut yang racik olek Lakshmi dulu. Terus dijaga dan dijaga hingga kini di wariskan untuk Tansen. Toko Tan Bakery mengalami kebangkrutan karena tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.

Tansen menggaruk-garuk kepala, bagaimana bisa hanya dalam beberapa menit silsilah hidupnya berubah. Dia juga mendapat warisan yang cukup aneh sepanjang sejarah___warisan adonan biang.

Pengalamannya itu dia bagikan di blognya. Seseorang bernama Mei menanggapi postingannya dia ingin membeli rotinya. Meskipun sudah dikatakan tidak dijual. Tapi, perempuan itu ngotot untuk merasakannya.

Akhirnya, singkat cerita. Melalui Mei dan Pak Hadi dkk. Tan Sen kembali menekuni usaha kakeknya. Lahirlah Tansen de Bakker. Tansen meninggalkan Bali selamanya.

Oke sekian dulu review Madre versi devarisma. Mudah-mudahan bermanfaat 


Komentar

Postingan Populer