[Review Buku] Bidadari Bumi, Sebuah Buku Yang Menuntun Kita menuju Idola Sejati
Bidadari Bumi – merupakan buku karya Ustazah Halimah Alaydrus. Beliau merupakan alumnus dari Daruz Zahro Tarim-Hadhramaut, Yaman. Bidadari bumi bukanlah cerita fiksi belaka. Melainkan, kumpulan kisah-kisahnya saat berada di bumi seribu wali.
Beliau berkesempatan bertemu dengan wanita-wanita mulia di negeri tersebut
di sela-sela belajarnya di Daruz Zahro, sebuah pondok pesantren yang bernaung di Bawah Lembaga Darul Musthofa, yang didirikan oleh Al-Habib Umar bin Hafidz.
Buku Bidadari Bumi ditulis juga sebagai bahan referensi wanita
muslimah untuk mencari contoh teladan yang paling dekat dengan zamannya. Ustazah
Halimah Alaydrus mampu menulis dengan bahasa yang indah, membuat kita terasa dituntun
menuju cinta yang agung.
Aku terkecoh untuk membelinya, saat seorang teman Facebook menjualnya
di marketplace. Sebelumnya, aku merasa buku ini, hanya kisah-kisah wanita mulia
yang biasa kita baca seperti tentang Fatimah Az-Zahra, Khadijah Alkubra, Siti Asiyah
dll. Setelah membacanya aku begitu terenyuh, buku ini terus dicetak ulang hingga
sekarang. Lebel best seller menunjukkan banyaknya buku Bidadari Bumi terjual.
![]() |
| Dokumen Pribadi |
1. Identitas Buku
Judul : Bidadari Bumi
Penulis : Halimah Alaydrus
Penerbit : Wafa Production
Tahun terbit : 2009
Halaman : 147
2. Sinopsis Buku
Bidadari Bumi hanya memiliki 9 bab. Sesuai judul
kecilnya, 9 Kisah Wanita Salihah. Setiap bab, penulis bercerita tentang wanita mulia
yang bertemu dengannya di Tarim Hadramaut. Semua diceritakan secara terperinci.
Membuat kita seakan ikut menyaksikan.
Pada pertama, tentang seorang perempuan buta
yang bernama Hubabah Tiflah. Perempuan buta, yang pandai berdoa. Penulis mendapatkan
doa yang luar biasa dari seseorang yang baru dipertemukan dengannya baru beberapa
menit.
“Semoga Allah takkan menyengsarakanmu, anakku.”
Doa itu terus diulang-ulang olehnya dengan air mata.
Pada bab kedua, tentang wanita yang memberikan pesan saat penulis
sedang berjalan dengan keringat bercucuran untuk kembali ke tempat belajarnya. Wanita
itu, tiba-tiba muncul dengan pesan yang begitu berharga.
“Wahai anakku, Allah akan memberikan sesuai
apa yang kau minta,” ucapnya.
Pada bab ketiga, tentang perempuan yang begitu
Zuhud terhadap dunia. Selanjutnya, tentang malam panjangnya di Mina. Penulis menyaksikan
sendiri orang-orang yang tetap beribadah sepanjang malam tanpa tidur. Kemudian ada
perempuan di bis, seorang perempuan yang berulang kali mengucapkan Alhamdulillah.
Tatkala dia mengalami luka di tangan karena direm mendadak oleh sopir.
Ada perempuan dari muallaf dari Amerika yang bernama Erika. Dia begitu bersemangat mengamalkan Al-Qur’an. Kemudian, ada Hubabah Khadijah yang hidupnya selalu dalam keadaan beribadah ke Allah. Lantas, dia wafat dalam keadaan yang luar biasa. Penulis menulisnya. Pesta yang agung, karena kematian baginya adalah pesta bertemu dengan rabb-Nya.
Di saat sudah dipercaya menjadi pengajar, penulis mengalami benci kepada salah satunya muridnya secara berlebihan. Membuat dia mencari seseorang perempuan yang mampu mendoakannya hingga hatinya bersih dari beberapa penyakit.
Yang terakhir, adalah Hubabah Bahiyyah. Seorang wanita agung dengan tawadhunya yang luar biasa. Namun, setelah melewati beberapa fase, penulis berhasil melewati ramadhan yang indah bersama Hubabah Bahiyyah.
Terhitung dari tahun 2018 aku membelinya. Buku
Bidadari Bumi telah aku baca puluhan kali. Bahkan, disetiap aku merasa gelisah,
buku ini bisa menjadi penawanya. Seakan Bidadari Bumi mampu menenggelamkan kita
dalam jejak-jejak orang-orang salih. Apalagi, bagi setiap yang memimpikan menapak
kaki di tanah mulia itu. Kita benar-benar diajak mengenali Tarim dari jauh.
3. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Jika ditanya kekurangan, aku belum menemukan
kekurangan pada buku yang hanya 147 halaman. Buku ini tipis, bahasanya sederhana.
Tapi, mampu membuat kita tenggelam dalam setiap alur cerita yang dibangun oleh penulis.
4. Saran
Buku ini sangat direkomendasikan untuk semua orang yang ingin mencari sosok teladan di tengah peradaban dunia yang makin glamor. Dosa seakan sesuatu yang lumrah, kemaksiatan meraja Lela.
Semoga, ulasan ini menjadi bagia dari dakwah.
Mampu memberikan kebaikan bagi setiap yang membacanya.



Subhaanalloh .. .rekomended Kak
BalasHapus