Review Film Orphan
Sebenarnya sudah lama aku tidak nonton segala Jenis film. Kebetulan karena lagi menggarap sebuah naskah novel yang bercerita tentang kehidupan seorang anak. Terniat untuk menyelipkan, beberapa peran Rania sebagai psikopat dingin dalam alur cerita Alisya. Namun, aku mengalami kendala dalam mengatur plotnya. Bahkan sampai mengalami blockwritter beberapa hari.
Di kampus NAC batch6 aku dan mahasiswa lain mendapat tugas untuk mereview sebuah film. Pak Rektor atau Kak Muhammad Septian Wijayamenyarankan agar film yang direview berkaitan dengan naskah yang digarap. Dosen pembimbingku Kak Ayu Safitrimenyarankan agar aku menonton film Orphan dan film Malaysia berjudul Walaupun siapapun Aku.
Baiklah, berangkat dari tugas ini aku menonton sebuah film. Tanpa stalking dulu di google aku langsung mendownload sebuah film di YouTube yang berjudul “ORPHAN” ini.
Orphan sebuah film psiko-horor yang di rilis tahun 2009, di sutradarai oleh Jaume Collet -Serra. Film ini merupakan produksi kerja sama studio Internasional seperti Amerika serikat, Kanada dan Perancis.
Film Orphan di bintangi oleh Vera Farmiga, Isabelle Furhman Peter Sarsgaard, Jimmy Bennet, Aryana Enginer dan C.C.H Pounder.
Baiklah teman, meskipun film ini sudah rilis 11 tahun yang lalu. Bagiku, film Orphan tetaplah baru. Ya iyalah aku baru nonton wkwkwk. Film ini membuat urat-urat nadiku tegang dan batin menjerit. Huhhh betapa kejamnya psikopat berdarah dingin ini.
Come on di baca sampai selesai yupppz!
^^°°°
“Hampir setiap malam Kate bermimpi tentang kematian anaknya dalam kandungan. Hal tersebut membuatnya dipicu stress hingga berhambur untuk mabuk-mabukan. Jonny suaminya membawa Kate pada seorang psikolog. Lalu atas kesepakatan itu mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak.
(Aku sempat berpikir ngapain adopsi anak padahal mereka sudah punya dua anak yaitu Daniel dan Max. But, mungkin karena ini hanya sebagai bentuk untuk menyembuhkan luka terhadap kehilangan Jessica bayinya itu.)
Pada sebuah panti asuhan yang sedang mereka kunjungi. Jonny berkenalan dengan seorang gadis perempuan berusia 9 Tahun.
“My name ia Esther, what's your?” ungkap gadis yang pandai melukis itu.
“Jhon, nice to meet you,” balas Jhonny sambil berjabat tangan dengannya.
Kate dan Jhon tertarik mengadopsi Esther. Anak ini terlihat ramah, terbuka, mudah bergaul dan pintar melukis. Suster Abigail mengatakan bahwa dia berasal dari Rusia.
Esther sah diadopsi oleh keluarga Jhon. Sesampainya di rumah meskipun Max putri kecil mereka yang bisu dan tuli menunjukkan sikap yang baik pada Esther. Namun, tidak untuk Daniel, Putra sulung mereka justru menunjukkan langsung sikap tidak suka padanya.
Semenjak kehadiran Esther biduk rumah tangga Katherine Coleman dan Jonny Coleman cenderung tidak harmonis. Banyak kesalahpahaman sering terjadi diantara pasangan ini. Kate menyadari bahwa Esther adalah biang dari masalah.
Apalagi, saat beberapa kali memergoki mereka berhubungan. Dan juga mendorong kawan sekolahnya hingga mengalami patah tulang.
Setelah Suster Abigail datang ke kediaman mereka, lalu menceritakan tentang Esther sebelumnya. Sang pengasuh asrama panti Mariana mengatakan bahwa anak adopsi mereka memang pernah berada pada beberapa kejadian yang tak biasa.
Setelah mendengar obrolan mereka, Esther berencana membunuh Suster Abigail. Dengan meminta Max menolongnya untuk membunuh Suster Abigail.
Pada jalan yang tidak jauh dari rumah mereka. Esther mendorong Max ke tengah jalan saat mobil Suster Abigail lewat. Nyaris Max di tabrak. Ketika Sang Suster panik dengan keadaan Max. Esther memukulnya dengan palu pada bagian kepala hingga pingsan, lalu mendorongnya ke jurang. Setelah di pastikan suster Abigail benar-benar mati, Esther menarik Max ke rumah pohon.
(Di bagian ini aku langsung fokus ke Max yang mulai jeli melihat Esther sebagai gadis yang tidak baik-baik saja. Namun, dia ketakutan.)
Esther menyembunyikan semua bukti pembunuhan itu di rumah pohon Daniel. Daniel sempat melihat, ternyata Esther juga mengetahuinya. Ketika tengah malam, anak adopsi itu mengancam akan memotong kemaluannya jika Daniel mengadu kesiapapun. Daniel tetap menutup mulut, pada gadis yang memiliki tatapan aneh ini. Dan juga demi keselamatan Ibunya.
Kate sebagai seorang Ibu memiliki firasat buruk terhadap kehadiran Esther di rumahnya. Namun, hal itu malah memicu pertikaian dengan Jonny. Kate terus berusaha mencari jejak anak adopsi itu. Kemudian dia menemukan sebuah jejak pada sebuah buku diary. Yaitu Seaarne Instituion sebuah rumah sakit jiwa di Estonia. Namun mereka tidak mengenali yang namanya Esther. Kemudian Kate mengirim gambar-gambar gadis itu ke mereka.
Setelah kejadian pada pagi hari, saat mengantar mereka ke sekolah. Mobil yang di kendarai Kate dan anak langsung berjalan sendiri kebelakang dengan Max di dalam mobil. Daniel semakin curiga, hingga dia bertanya pada adik perempuannya tentang kejadian hari itu.
Lalu Max memberi tahu bahwa Esther juga membunuh Suster Abigail, dan buktinya ada di rumah pohon. Ternyata pembicaraan mereka di dengar oleh saudara adopsi mereka itu.
Diam-diam Daniel pergi ke rumah pohon untuk mengambil barang bukti. Namun Esther menjebak Daniel dengan membakar rumah rumah pohon. Daniel terjatuh pingsang dari atas rumah pohon yang terbakar. Esther juga berencana membunuh Daniel dengan batu namun di halangi oleh Max si gadis bisu itu.
Setelah Daniel, dilarikan ke rumah sakit, Esther masih berusaha melakukan pembunuh terhadap Daniel. Dengan membuka saluran oksigen lalu menekannya dengan bantal. Daniel nyaris tidak terselamatkan.
Saat itu, Kate sudah kembali berdiskusi dengan Jonn, namun suaminya tidak percaya. Seketika mengetahui Daniel sekarat, Kate langsung menampar Esther di depan orang. Perempuan berjiwa psikopat ini menangis meminta belas kasih Jonn. Kate diamankan oleh perawat dengan disuntik bius.
Jonny, membawa Esther dan Max pulang ke rumah. Sedangkan Kate tetap di rumah sakit beristirahat. Esther merasa gembira, karena dia bisa bersama Jonn. Saat Ayah angkatnya mabuk, Esther merayu Jonn setelah dia berdadan sedemikian rupa. Namun, Jonn menolak dengan amarah dia mengancam akan mengusirnya dari rumah. Esther marah besar lalu mehancurkan kamar, membuka semua penutup rahasia tubuhnya selama ini.
Lalu dia mengambil pistol dan pisau dan membunuh Jonn dengan ganas. Kejadian itu di saksikan langsung oleh Max putri kecil Jonn.
Dalam waktu bersamaan itu pula, Kate menerima telepon dari Dr. Varava di Seaarne Instituion bahwa Esther bukan gadis kecil berusia 9 tahun. Melainkan seorang wanita dewasa berusia 33 tahun bernama Leena Klamer. Leena mengalami kelainan hormon langka yaitu hypopituitarims. Menyebabkannya kekerdilan proposional. Makanya dia terlihat seperti anak kecil.
Leena adalah seorang psikopat yang telah membunuh tujuh orang. Dan juga pernah membunuh Ayah angkatnya karena menolak berhubungan intim dengan perempuan yang gagal pertumbuhan ini.
Sebenarnya Leena menginginkan hubungan intim dengan lawan jenisnya. Namun orang menolak karena keadaan fisiknya yang masih terlihat anak kecil.
Kate segera mehubungi Jonn, namun tidak ada jawaban. Sambil mengendarai Kate sempat mehubungi polisi.
Sesampainya di rumah Kate menemukan Jonny tergeletak di lantai dengan berlumuran darah, berbagai tusukan telah terjadi pada Jonn. Kate terpaksa naik ke lantai atas untuk menyelamatkan Max. Si gadis bisu ini lumayan cerdik bersembunyi di dalam kotak. Esther terus berupaya mencari Max dan Kate untuk di bunuh.
Max telah keluar ke halaman, atas perintah Ibu yang terjebak diatas rumah kaca, Max bersembunyi di balik bunga-bunga. Namun Esther terus menembak sembarangan. Hingga Kate menjatuhkan diri ke atas pembunuh itu lalu mereka pingsan seketika.
Setelah Max berusaha membangunkan Ibunya. Kate langsung mengambil pistol dan membawa putrinya lari jauh dari rumah.
Tanpa di sadari perempuan psikopat itu mengejar mereka dari belakang. Pembunuh itu terus berusaha membunuh Kate. Setelah lama beradu tenaga untuk saling membunuh. Mereka terjatuh ke dalam danau air salju.
Kate berhasil naik keatas, namun Esther memegang di kaki. Sambil memohon untuk di selamatkan, tanpa belas kasihan Kate mehentaknya dengan kaki hingga lehernya patah dan terjatuh ke dalam danau.
Lalu Kate dan Max selamat dari pembunuh berdarah dingin ini.
Kejahatan tidak akan selamanya berkembang, suatu hari dia akan musnah.
^^The End^^
Bagi penggemar horor, psikopat film ini sangat direkomendasikan untuk di tonton. Namun film ini mengandung kekerasan, pembunuhan dan adegan dewasa. Jadi sangat diperuntukkan untuk yang sudah berusia +18 tahun. Mari bijak dalam memilih tontonan.
Meskipun bagiku ending film ini seperti tidak tuntas. Namun, cukup berhasil membuatku menemukan ide untuk melanjutkan naskahku selanjutnya.
Have fun !
Aceh Barat, 25 Oktober 2020


Komentar
Posting Komentar